
Minggu, Hari itu Rendy mengajakku melakukan perjalanan panjang ke sebuah desa bernama farmHead.
Beberapa mil perjalanan telah kami lalui, dengan kecepatan mobil mencapai 80km/jam, kami tidak sadar ada jalan yang terbagi dua dijalan yang lurus, sehingga kami menabrak tihang jalan yang ada di tengah-tengah jalan yang lurus itu. Mobil kami hancur namun nyawa kami masih selamat.
Perjalan yang masih sangat panjang membuat kami harus mencari tempat untuk istirahat karena hari mulai gelap, waktu menunjukkan pukul 17.00, jalan sunyi dan hanya ada hutan dipinggiran jalan, didalam hutan antah berantah kami melihat ada rumah yang tampaknya tidak berpenghuni, lalu kami menelusuri jalan kerumah itu untuk beristirahat. Baru kami memasuki hutan bulu kudukku mulai merinding entah apa yang ada didalam rumah tersebut, aku dan Rendy mencoba mengetuk pintu sekiranya ada orang yang bisa membantu kami tapi pintu rumah tersebut tidak dikunci, lalu kami masuk kedalam untuk beristirahat karena malam telah tiba, suasana mulai hening lalu angin berhembus dengan kencang dan hujan mulai turun. Kami tertidur dengan lelap namun aku terbangun karena mendengar suara yang agak berisik lalu ku periksa apa yang sedang terjadi, aku mendenger suara itu seperti berada di dapur, aku terkejut melihat ada sosok hitam dan sebuah ruangan rahasia yang tidak Rendy ketahui ketika masuk kerumah di tengah hutan tersebut. Sosok tersebut memukulku dengan kayu dibagian kepala sehingga aku pingsan.
Ketika aku terbangun, matahari sudah menyilaukan mataku, ternyata aku terikat di sebuah pohon, sosok hitam yang kulihat malam tadi adalah seseorang yang bermuka ngeri, kulihat Rendy sudah dipotong-potongnya menjadi potongan kecil, aku hanya bisa berteriak dengan keras untuk meminta pertolongan, tapi usahaku sia-sia , seseorang bermuka ngeri itu mendekatiku membawa pisau yang sangat tajam dengan berlumuran darah milik temanku, ku mencoba untuk menghindar namun pisau nya menyayat leherku hingga darah berceceran, aku mati kehabisan darah dan tidak ada yang tahu dimana kami dan nasib kami.